Tuesday, 19 November 2013

Kidding

kidding, i'm not gonna write in this blog unless it's not private thing. i more prefer write in my book. 

Wednesday, 16 October 2013

      Beberapa minggu yang lalu, saya "ditampar" oleh 2 orang junior saya; Faiz Ulumudin dan Faiz Ahadina. Ada benarnya juga, saya benar - benar harus menulis lagi di blog lagi. Just like i've mentioned before, saya sebenarnya sudah mulai aktif di www.doubleknow.blogspot.com sejak kelas dua SMP kalau tidak salah tapi benar-benar aktif sekitar 4 tahun yang lalu saat masuk SMA.
    Setelah terhapusnya blog saya, masih di zaman SMA saya mulai beralih dari blog ke buku. satu-satunya yang menjadi alasan adalah mungkin kalu suatu hari nanti saya tinggalah sebuah nama, buku harian saya bisa menjadi manuskrip asli yang bisa dipakai dan dijadikan isnpirasi oleh anak - anak saya. Kenapa tidak blog? benar memang banyak keuntungan dari blog, kind of everlasting. tetapi senang rasanya apabila kelak ada satu buku asli yang bisa dijadikan kenangan dan anak cucu saya melihat tulisan tangan saya langsung. 
    Alasan lainya, tidak mudah bagi saya untuk membagi banyak informasi pribadi. di buku saya, mungkin saya bisa mencurahkan semua hal tapi tidak di blog. itulah sebabnya saya baru menulis ini di oktober 2013 padahal saya sudah recreate blog di 2012. Tidak apa -apa, sudah saya putuskan untuk kembali menulis di blog meskipun mungkin hal -hal tertentu, sisanya tetap akan saya tulis di buku. Atau mungkin menulis di buku, sisanya di blog. hehe
    Ngomong - ngomong soal menulis, sebenarnya saya sudah menulis sebuah buku autobiografi, dengan judul Hidup Untuk Masa Depan. jika dilihat lagi dan dibandingkan dengan yang lain, untuk seukuran anak kelas 1 SMA saya pikir tulisan saya ini Masterpiece. hehe

Wednesday, 20 March 2013

Republika.co.id : Amanah


sebuah cerita inspirasi yang diambil dari republika.c.id :

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh; Kurnia MH
Amanah adalah bersikap adil, menempatkan sesuatu sesuai dengan kedudukannya dan tidak mengurangi sedikit pun hak-haknya. Amanah merupakan persaksian kepada Allah, nasihat kepada orang-orang Muslim, dan menjelaskan kebenaran.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS al-Ahzab [33]: 72).

Ibrahim bin Adham pernah menjadi penjaga kebun milik orang kaya. Dia menjaga kebun tersebut sambil terus memperbanyak shalat. Suatu hari, pemilik kebun meminta dipetikkan buah delima. Ibrahim mengambil dan memberinya. Tapi, pemilik kebun malah memarahinya. Ia tersinggung karena diberikan buah delima yang asam rasanya.

“Apa kau tak bisa membedakan buah delima yang manis dan asam?” Ibrahim menjawab bahwa dia belum pernah merasakannya. Pemilik kebun menuduh Ibrahim berdusta. 

Ibrahim lantas shalat di kebun itu. Pemilik kebun menuduhnya berbuat riya dengan shalatnya. “Aku belum pernah melihat orang yang lebih riya dibanding engkau.” Ibrahim menjawab, ”Betul tuanku, ini baru dosaku yang terlihat. Yang tidak, jauh lebih banyak lagi.”

Di hari lain, majikannya kembali meminta buah delima. Kali ini Ibrahim memberi yang terbaik menurut pengetahuannya. Tapi lagi-lagi pemilik kebun kecewa karena buah yang dia terima asam rasanya. Dia pun memecatnya. 

Ibrahim kemudian pergi. Di perjalanan, ia menjumpai seorang pria yang sekarat karena kelaparan. Ibrahim memberinya buah delima yang tadi ditolak majikannya.

Ibrahim lantas berjumpa lagi dengan pemilik kebun yang berniat membayar upahnya. Ibrahim berkata agar dipotong dengan buah delima yang ia berikan kepada orang sekarat yang ia jumpai. 

“Apa engkau tak mencuri selain itu,” tanya pemilik kebun. “Demi Allah, jika orang itu tidak sekarat, aku akan mengembalikan buah delimamu.” Setelah upahnya dibayar Ibrahim pun pergi.

Setahun kemudian, pemilik kebun mendapat tukang kebun yang baru. Dia kembali meminta buah delima. Tukang kebun barunya itu memberinya yang paling harum dan manis.

Pemilik kebun itu bercerita bahwa ia pernah memiliki tukang kebun yang paling dusta. Karena mengaku tak pernah mencicipi buah delima dan memberi buah delima kepada orang yang kelaparan, minta dipotong upahnya untuk buah delima yang ia berikan kepada orang kelaparan itu.

“Dia juga selalu shalat. Betapa dustanya dia,” kata pemilik kebun. Tukang kebun yang baru lantas berujar. ”Demi Allah, wahai majikanku. Akulah orang yang kelaparan itu. Dan tukang kebun yang engkau ceritakan itu dulunya seorang raja yang meninggalkan singgasananya karena zuhud.”

Pemilik kebun lantas mengambil debu dan menaburnya di atas kepalanya sembari menyesali. “Celaka, aku telah menyia-nyiakan kekayaan yang tak pernah aku temui.”

Itulah kisah Ibrahim bin Adham yang terkenal karena amanah dan kezuhudannya, dia telah melaksanakan hak orang lain, memenuhi hajat orang miskin, dan membantu orang yang membutuhkan. Ia juga melaksanakan amanah dengan baik. Semoga kita bisa meneladaninya.Wallahu a'lam. 
n

Redaktur : Damanhuri Zuhri

Selamat datang lagi :)

Selamat datang lagi di dunia tulis- menulis.

         For your information, saya dulu pernah aktive menulis blog di www.doubleknow.blogspot.com yang sudah saya tulis sejak kelas 2 smp. Setelah berhenti menulis di SMA, entah apa yang terjadi, blog itu lenyap sudah. I don't know why, kehilangan doubleknow.blogspot.com adalah salah satu kebodohan besar untuk saya. bayangin ya, tulisan - tulisan yang saya tulis sejak hampir 6 tahun lalu lenyap entah kemana. Padahal tulisan tulisan itu adalah salah satu bentuk aset paling berharga.
        Nah, kira kira 5 hari yang lalu, saya baca salah satu blog papan atas milik seorang jurnalis. then saya merasakan untuk terjun kembali ke dunia tulis menulis. :)

welcome my new blog